JADWAL PENCAIRAN BLT DANA DESA FASE II DAN II TAHUN 2020, HARI RABU TGL 11 NOVEMBER 2020 JAM 14.00 WIB , LOKASI KANTOR WALI NAGARI PADANG LIMAU SUNDAI. SELAMAT DATANG DI WEBSITE NAGARI PADANG LIMAU SUNDAI Apabila Merasakan Gejala Batuk,Demam,Sesak napas dan atau Gangguan Pernafasan, Dapat Melakukan Konsultasi Ke Puskesmas Biadar Alam HP 082384189395 Kosultasi Covid - 19 : Weny Fajriani, S.Farm ( 085274350050 ) Mega Verta Christina, SKM ( 082385989262 ) SOLOK SELATAN TANGGAP COVID19

Artikel

Sejarah Nagari

30 November 2019 00:14:05  Administrator  1.658 Kali Dibaca  PROFIL NAGARI

SEJARAH NAGARI PADANG LIMAU SUNDAI LATAR BELAKANG Sejarah dan Budaya Padang Limau Sundai Sejarah Sejarah awal Nagari Padang Limau Sundai merupakan bagian dari Nagari Bidar Alam, menurut sejarah yang di dapatkan dari Narasumber, pada awalnya dari 3 beradik anak dari putri Sari Moka, lahir lah Iskandar yang bergelar Tuangku Payuang Putiah, anak yang kedua bernama Ismail, bergelar Tuanku Intan Putiah serta yang terakhir bernama Ibrahim bergelar Tuanku Rajo Nan Putiah. ...Kakak berencana untuk membangun dusun dengan ke tiga adikanya, maka di tetapkan lah tempat Tuanku Intan Putih (Ranah Tanjung Bungo) sebagai tempat kembali (Pusek Jalo Kumpulan Ikan), pemilihan ini dikarenakan tuanku intan putiah adik yang berada di tengah serta jika tuanku rajo nan putiah berlayar hilir tidak terlalu jauh dan begitu juga dengan tuanku payuang putiah belayar mudik juga demikian. Maka berlayarlah Tuanku Payuang Putiah dengan ketiga adiknya kelubuak nan panjang membawa seorang dubalang bergelar dubalang tuo, setelah jauh berlayar dan hari telah sore maka berenti lah rombongan ini tempat ini kemudian di beri nama Batang Hari berasal dari kata Potang Hari. Dalam perjalan mereka menemukan beberapa orang yang kemudian di jadikan dubalang, yang setelah lama berlayar maka di tunjuklah dubalang ini menjaga perbatasan, hal ini kemudian di sebut “Rajo Nan Tujuah Babagi Alam”, dua orang menjaga di perbatasan Jambi, dua orang menjaga perbatasan dengan Riau. setelah mereka membagi alam, dikarenakan perbatasan sudah ada yang menjaga, maka kembali lah rombongan ini ke “Pusek Jalo Kumpulan Ikan” Yaitu Ranah Tanjuang Bungo. Setelah ketiga kakak beradik ini pulang ke “Pusek Jalo Kumpulan Ikan” maka berdiri lah Rajo Nan Tigo Selo, berdiri lah mahligai (rumah Gadang) tiga buah, berdiri payung tiga kaki, disitu lah disebut Tali Tigo SapilinSialang Nan Tigo Dahan. Rumah gadang Tuanku Rajo Payuang Putiah di Lubuak Panjang, Tuanku Intan Putiah di Ranah Tanjuang Bungo, Tuanku Rajo Nan Putiah di Bidar Alam (Bagarak Alam). Tuanku Rajo Nan Putiah Berganti gelar Tuanku Rajo Mudo, beliau menjadi raja di Bidar Alam, kemudian beliau mendapat gelar Tuanku Angek Garang hal ini dikisahkan karena beliau mampu membawa kembali istri dari mamaknya yang bernama Tuanku Rajo Sailan yang di culik raja jin di danau Kaco Pesisir, Taunku Rajo Mudo yang kemudian mampu membawa isri mamak kemabali. Maka berujarlah tuanku rajo sailan, ..... “yo Garang kemenakan ambo ko” maka di beri lah gelar Tuanku Rajo Mudo menjadi Tuanku Rajo Angek Garang. Kekuasaan Rajo Nan Tigo Selo mulai dari perbatasan dengan Jambi sampai perbatasan dengan Riau, sementara kekuasaan niniak mamak, berada di Parik Nan Basisik Di Tabek Nan Baganangan. Itulah beda kekuasaan Raja dengan ninik mamak. Nagari Padang Limau Sundai dulunya terdiri dari 3 dusun yaitu Dusun Tanjung Den sekarang bernama Tanjung Durian, Sibalabeh Tangah (sekarang Koto Ranah dan Ranah Sungai Bomban) kemudian Sibalabeh Ateh sekarang menjadi Sibalabeh. Sumber : dari Narasumber Kuman Dan dari cerita lain Padang Limau Sundai menurut cerita / sejarah tutur kata dari tetua masyarakat dan di dalam Tambo Adat Minang Kabau yaitu : Taratak mulo dibuek Sudah taratak menjadi dusun Sudah dusun menjadi koto Sudah koto menjadi nagari Bamusajik jo balai-balai Rumah sikolah langkok jo surau Sarato labuh jo tapian Baganggam adat jo pusako Ayam, itiak, sawah tahampai Pinang, karambie, jawi jo kabau Langkok jo pandam pakuburan Tando nagari itu namonyo Adat salingka nagari Pusako salingka suku Rang bugih mangarek kuku Dikarek jopisau sirauik Pangarek batuang tuonya Tuonyo elok kalantai Nagari baampek suku Dalam suku babuah paruik Buah paruik ado tuonya Rumah dibari batungganai, Sesuai menurut ”ranji nan bajawek pusako nan batolong” awal mulanya Nagari akan dihuni Turunlah Raja dari Pagaruyung sebanyak 12 orang beserta rombongan untuk mencari tanah atau perkembangan wilayah ke arah Utara dari Alam Surambi Sungai Pagu karena di daerah ini masih hutan belantara, maka dibuat kesepakatan dari Raja yang 12 orang tadi yang akan berjalan menyelusuri hutan dan sungai untuk mencari lahan perladangan dan tempat tinggal anak cucu nantinya maka ditetapkanlah 7 orang yang tetap tinggal di rantau dan yang 5 orang pulang kembali ke Pusat Kerajaan Pagaruyung, Adapun Raja yang 7 tinggal di rantau adalah : 1. Tuangku Rajo Sailan yang tinggal di Sungai Kunyit 2. Datuk Rajo Labiah tinggal di Sarik Taba 3. Tuangku Agek Garang tinggal di Bidar Alam 4. Tuangku Rajo Putih tinggal di Abai Sangir 5. Inyiak Lipati Bunta Dilawik (Inyiak Tamuntayia) tinggal di Dusun Tangah 6. Inyiak Gindo Putih tinggal di RPC (Ranah Pantai Cermin) 7. Intan Putiah (Tuangku Lubuk Ulang Aling) tinggal di Lubuk Ulang Aling Maka daerah yang dihuni oleh Raja yang tujuh tinggal di rantau ini disebut dengan Rantau Dua Belas Koto, Diantara Raja yang tujuh tersebut nama TuangkuRajo AngekGarangyang selalu berjalan sambil meletakkan pancang terhadap daerah yang dilaluinya (cancang latih) sehingga pada suatu hari dari Dadar Alam (Bidar Alam sekarang) menuju arah Barat sambil menyebrangi sungai Batang sangir bertemulah daerah dataran yang cocok untuk peladangan, tinggalah disana beberapa orang dari anggotanya untuk berladang yang waktu itu bertanam Cubadak, yang kemudian disebut daerahnya Ranah Cubadak Randah dan kini disebut Jorong Tanjung Durian. Pada keesokan hari tuangku Rajo Angek Garang terus berjalan (cancang latih) ke arah Selatan sehingga pada suatu sore hari betemulah sebuah anak sungai maka diletakanlah boban (barang bawaan) ditepi sungai tersebut sambil beristrirahat dan bermalam yang kemudian nama anak sungai tersebut disebut dengan sebutan Sungai Bomban ( berasal dari kata Boban) dan ditambah Ranah karena daerah dataran cocok untuk pemukiman. Kemudian pada siang harinya kembali melakukan (cancang latih) kearah Selatan maka tampaklah asap mengepul keudara menandakan adanya api di wilayah tersebut, maka Rajo Tungku Angek Garang beserta rombongan berjalanlah ke arah asap tersebut. Sesampainya di lokasi itu ternyata sudah ada beberapa orang yang sudah membuat pondok dan membuat ladang, sehingga terjadilah tegur sapa dan saling kenal-mengenal di antara rombongan itu dan disaat itu Rajo Tungku Angek Garang bertanya kepada Ketua Rombongan yang membuat ladang tersebut, berapa lamakah Tuan berada di daerah ini ......? maka ketua rombongan menjawab; sebagaimana Tuan lihat kami disini sudah berladang dan sudah membangun rumah (Daerah ini sekarang disebut Padang Ganting), maka berdasarkan kesepakatan ditetapkanlah batas wilayah (cancang latih) yaitu di bukit Batu Bala lurus ke arah barat, karena daerah (cancang latih) Tuangu Rajo angek Garang dari Badar Alam (Bidar Alam) dan satu kesatuan wilayah dengan Ranah Cubadak Randah, Ranah sungai Bomban. Maka pada akhirnya di daerah batas tersebut dibuatlah pagar pembatas dengan balabeh (pagar bambu) yang kemudian sekarang disebut Sibalabeh Ateh asal kata dari Balabeh ( pagar wilayah bagian atas menurut aliran sungai Batang Sangir) Setelah dapat kesepakatan perbatasan tersebut maka Rombongan Tuanku Rajo Angek Garang membagi anggota rombongan untuk membangun perkampungan di bagian Barat Badar Alam (Bidar Alam) menjadi tiga bagian yaitu; 1. Ranah Cubadak Randah sekarang Jorong Tanjung Durian 2. Ranah Sungai Bomban sekarang jorong Ranah Sungai Bamban termasuk Jorong Koto Ranah 3. Pagar Balabeh pembatas Sekarang Jorong Sibalabeh Ateh. Di ketiga daera ini bayak ditemukan Limau Sundai (Sejenis Jeruk untuk Ramuan Obat Tradisional). Dimana pada zaman itu sampai sekitar tahun 1980-an masyarakat banyak menggunakan Limau Sundai tersebut untuk Ramuan Obat tradisional untuk mengobati penyakit penyakit seperti Sijundai, Guna-Guna, untuk Gasing dan lain sebagainya. Bahkan menurut cerita banyak masyarakat dari luar daerah yang sengaja mencari buah limau (jeruk) ke daerah tersebut untuk ramuan obat. Setelah beberapa lama maka terjadi ikatan kekeluargaan dan dan berkembang baik rombongan yang tinggal di BIDAR ALAM Maupun yang tinggal di bagian Barat Bidar ALam yang sekarang disebut dengan PADANG LIMAU SUNDAI; Karena Nagari menjelang didirikan tentu sudah terdiri ikatan dengan buatan “Tebing ditingkek dengan janji, nagari dihuni dengan ikatan jo buatan” yang maksudnya “Kok Kabukik samo mandaki ka lurah samo manurun, jikok mandapek samo balabo kehilangan samo marugi” di antara Ninik Mamak Nan Sapuluh , maksudnya walaupun ada suku yang bertambah dan yang berkurang atau yang tidak termasuk dalam bilangan Ninik Mamak Nan Sapuluh namun tetap disebut Ninik Mamak Nan Sapuluh di bawah lindungan sebuah Kelembagan Adat yaitu Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bidar Alam sesuai perjanjian nenek moyang dahulunya. Sumber : Kerapatan Adat Nagari Bidar Alam Pendirian Nagari Padang Limau Sundai secara administratif berawal dari mekarnya Solok Selatan dari Kabupaten Solok pada tahun 2003 , berdasarkan Keputusan Mentri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Darmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di Propinsi Sumatera Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2003 Nomor 153, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4348); Setela berdirtinya kabupaten Solok Selatan pada tahun 2003 maka terjadilah pemekaran-pemekaran Nagari dikabupaten solok selatan termasuk salah satunya Nagari Bidar Alam bagian barat yang Sekarang disebut Nagari Padang Limau Sundai berdasarkan keputusan Bupati Solok Selatan Nomor 140.01.285-2006 tahun 2006 tentang Pengukuhan Pemekaran Nagari Padang Limau Sundai di wilayah Kabupaten Solok Selatan; Terwujudnya pemekaran Nagari Padang Limau Sundai adalah atas cita-cita dan dukungan seluruh elemen Masyarakat, tokoh masyarakat, Kerapatan Adat Nagari Bidar Alam serta Putra Daerah Bidar Alam – Padang Limau Sundai. Seperti diataranya Mursal, Hapison. SH, Azwar. S Dkk, serta anggota DPRD kabupaten Solok Selatan Dapil II waktu itu yaitu Bapak Drs. Abdurrahman SH. Yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Solok Selatan, yang ikut memperjuangkan pemekaran Nagari Padang Limau Sundai menjadi Nagari yang depenitif. Pada tahun 2007 Berdasarkan Hasil Keputusan Tokoh Masyarakat beserta lembaga-lembaga pada saat memutuskan dan menetapkan Nama Nagari Yang akan dimekarkan dibagian Barat Bidar Alam muncul usulan dari Masyarakat untuk mengangkat sejarah Bandar / Irigasi yang dibuat oleh masyarakat secara tradisonal waktu itu untuk mengairi sawah-sawah di ketiga dusun / jorong yang disebutkan diatas, yaitu dengan sebutan Nama (PADANG LIMAU SUNDAI). Nama Padang Limau Sundai ini juga telah dipakai pada tahun 1988 waktu perubahan nagari menjadi desa yang mana nagari bidar alam waktu itu terbagi menjadi tiga desa; 1. Desa Kapalo Koto/Pasa Lamo 2. Desa pasar Bidar Alam 3. Desa Padang Limau Sundai Maka berdasarkan hal tersebut ditetapkanlah Nama nagari ini PADANG LIMAU SUNDAI. Yang artinya ; Padang = tempat pemukiman / daerah dataran Limau Sundai= pengobatan / kesejukan / kedamaian PADANG LIMAU SUNDAI BERATI ; ” Daerah Pemukiman yang sejuk Nan Subur penuh kedamaian” Nagari Padang Limau Sundai terletak di Kabupaten Solok Selatan, di Kecamatan Sangir Jujuan Provinsi Sumatra Barat. Negari (Desa) Padang Limau Sundai Terdiri dari 4 Jorong (dusun), Negari (Desa) di pimpin oleh Wali Negari (Kepala Desa) dan jorong di pimpin oleh Wali Jorong (Kepala Dusun). Jorong (Dusun) yang ada di Padang Limau Sundai, antara lain Jorong (Dusun) Tanjung Durian, Jorong (Dusun) Koto Ranah, Jorong (Dusun) Sungai Bamban dan Jorong (Dusun) Sibalabehateh. Dari sejumlah Jorong (Dusu) yang ada di Negari (Desa) Padang Limau Sundai terdapat 346 kepala keluarga, Sebanyak 686 laki-laki dan 741 perempuan dengan total penduduk sebanyak 1.427 jiwa pada akhit tahun 2018.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Wilayah Nagari

Aparatur Nagari

Back Next

Info Media Sosial

Komentar Terbaru

Sinergi Program

Data Terpadu Kementrian Sosial KEMENTRIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA
portal kemnterian desa pdtt PPID KABUPATEN SOLOK SELATAN
Katalog Bumnag DITJEN BINA PEMDES KEMENDAGRI
LEMBAGA OSS BADAN KOORDINANSI PENANAMAN MODALA Media Online: Merita Minang Toko Online Bumnag Sundai Mandiri Sejahtera

Statistik Penduduk

Agenda

Lokasi Kantor Nagari


Kantor Desa
Alamat : Jalan Raya Nagari Padang Limau Sundai, Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat 27777
Nagari : Padang Limau Sundai
Kecamatan : Sangir Jujuan
Kabupaten : SOLOK SELATAN
Kodepos : 27777
Telepon : 085239123823
Email : padanglimausundai2007@gmail.com

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:173
    Kemarin:416
    Total Pengunjung:66.907
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.215.79.116
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

20 Maret 2021 | 5.553 Kali
Aplikasi SDGs Desa : Download, Login, dan Penggunaanya
30 November 2019 | 1.658 Kali
Sejarah Nagari
29 Juli 2013 | 1.633 Kali
Badan Permusyawaratan Nagari
29 Juli 2013 | 1.632 Kali
Kontak Kami
29 Juli 2013 | 1.612 Kali
Profil Desa
30 November 2019 | 1.611 Kali
Visi dan Misi
30 April 2014 | 1.609 Kali
PROFIL POTENSI EKOWISATA NAgari Padang Limau Sundai